Nah di dalam kondisi Air BNB tadi, tadi kan awalnya mereka menggunakan React Native sebagai solusi yang tepat untuk skala perusahaan pada saat itu, ketika sudah membesar baik dari sisi produknya atau pun customernya ternyata mereka sedang meng hit limit tersebut. Artinya ya wassalam mereka udah gak bisa pakai React Native lagi. Dan itu gak masalah. Nah jadi untuk menjawab tema kita hari ini yaitu why javascript? Menjadi salah satu pilihan yang paling populer untuk fullstack engineer atau pun startup. Tadi kita udah sebut kalau di bagian yang ghaib atau bahasa sundanya backend. Bahasa apapun yang kita pilih itu no problem. Dan node js atau javascript juga tersedia di Backend dan SDK untuk cloud baik itu untuk  Azure atau google atau untuk misalkan kita mau pakai selfhosted itu tersedia di Javascript. Mungkin paket manager atau NPM itu adalah paket manajer yang saya bilang sih itu isinya se abrek. Mau cari library apapun mungkin juga ada. Nah tetapi untuk frontend kalau kita lihat, bahkan misalkan kita masih maksa untuk membuat aplikasi untuk desktop, di desktop ini ada framework namanya electron.  Dan elektron ini fungsinya adalah untuk membungkus atau bahasa sundanya me wrape aplikasi browser berjalan seperti aplikasi di desktop. Banyak banget aplikasi yang mungkin kita kenal, sadar tidak sadar di buat pakai framework electron.  Misalkan editor dari github dulu ada atom. 



Dan mungkin sekarang visual studio code masih berbasis elektron. tapi mereka cuma HTML, CSS dan Js aja gitu. Nah tadi kita sudah berbicara mengenai browser sebagai platform, kalau kita bicara pengembangan aplikasi untuk web artinya target untuk user kita adalah browser. Sampai sekarang browser apapun yang kita pakai entah itu google chrome, firefox dll. Bahasa native yang mereka ngerti kan cuma HTML, CSS, Js. Artinya framework framework apapun yang kita pilih dan kita pakai untuk web mau itu pakai dart atau Flutter untuk web atau mau pakai node js yang notabene memang Javascript. Kemudian React, Vue ya ujung ujungnya mereka me render atau bahasa sundanya meng compile balik menjadi HTML, CSS dan Javascript. Jadi di sini untuk, platform web itu kita masih belum bisa lepas dari Javascript. Dari pada kita sekarang belajar bahasa lain atau nyari programmer dengan skill yang berbeda yang notabene akan menyebabkan  Cost yang besar. Untuk startup startup tersebut lebih baik mereka menghire atau merekrut satu orang engineer yang tahu javascript, nah walaupun misalkan mereka hanya tahu javascript yang di browser. Kemudian kita minta mereka untuk mengerjakan backend.  Kan pengetahuannya beda, antara javascript di frontend dan javascript di backend.  Tetapi setidaknya mereka sudah bicara bahasa yang sama. 

Post a Comment